AC Milan di Bawah Allegri Prioritaskan Progres Bukan Gelar
AC Milan terus menunjukkan performa konsisten di Liga Italia 2025/2026. Rossoneri saat ini menempati posisi kedua dengan 46 poin dari 21 pertandingan, hanya tertinggal tiga angka dari pemuncak klasemen, Inter Milan. Kondisi ini membuat persaingan gelar semakin ketat dan menarik perhatian publik.

Milan sendiri tampak lebih fokus pada Serie A, karena Inter masih membagi energi di Liga Champions dan Coppa Italia. Hal ini membuat peluang Milan terlihat terbuka untuk mengejar ketertinggalan. Meski begitu, Massimiliano Allegri memilih untuk bersikap hati-hati dan enggan membicarakan scudetto secara terbuka.
Pelatih berpengalaman ini menekankan bahwa setiap pertandingan adalah proses panjang. Baginya, terlalu cepat membicarakan gelar justru bisa menjadi bumerang dan menambah tekanan bagi pemain. Allegri ingin fokus pada perolehan poin demi target jangka panjang tim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Fokus Utama Milan Adalah Liga Champions
Allegri menegaskan bahwa target utama Milan sejak awal musim adalah memastikan tiket Liga Champions musim depan. Menurutnya, kemenangan demi kemenangan harus dilihat sebagai bagian dari perjalanan menuju hasil akhir yang stabil.
Pelatih asal Italia ini menekankan pentingnya konsistensi. Ia menilai angka poin yang dikumpulkan menjadi ukuran paling realistis untuk menilai progres tim. Allegri juga menyebut bahwa target minimal 74 poin akan menjadi tolok ukur untuk memastikan posisi Milan di kompetisi Eropa.
Selain itu, Allegri ingin menghindari tekanan mental pada pemain. Ia percaya bahwa membicarakan scudetto terlalu dini bisa mengganggu fokus tim, apalagi di tengah persaingan ketat dengan Inter dan rival-rival papan atas lainnya.
Capello Mendukung Pendekatan Allegri

Sikap Allegri mendapat dukungan dari Fabio Capello, mantan pelatih Milan yang memahami risiko tekanan berlebihan pada tim papan atas. Capello menilai Allegri sangat berpengalaman dalam menghadapi situasi seperti ini dan tahu bagaimana menjaga keseimbangan psikologis pemain.
Menurut Capello, menyebut scudetto secara terbuka terlalu dini bisa memicu ekspektasi tinggi dari publik dan media. Hal ini berpotensi mengganggu konsentrasi pemain, bahkan jika performa di lapangan sebenarnya solid. “Wajar jika Max bermain petak umpet,” ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.
Capello menambahkan bahwa Allegri memilih membicarakan tabel klasemen dan perhitungan poin, bukan gelar langsung. Strategi ini dianggap tepat untuk menjaga fokus dan meminimalisir tekanan pada skuad Milan.
Perlunya Konsistensi Hingga Akhir Musim
Bagi Allegri, menjaga konsistensi adalah kunci. Ia ingin Milan tetap stabil hingga akhir musim agar target Liga Champions bisa tercapai. Fokus pada poin dan kualitas permainan menjadi prioritas utama tim.
Meski berada di posisi kedua, Allegri tidak ingin terbawa euforia. Ia percaya bahwa setiap laga bisa menjadi penentu hasil akhir. Milan harus terus menjaga performa, mengurangi kesalahan, dan memanfaatkan momen lawan yang lengah.
Pendekatan ini menunjukkan filosofi Allegri sebagai pelatih matang. Ia tidak tergesa-gesa membicarakan scudetto, melainkan menekankan progres nyata dan langkah strategis untuk memastikan Milan tetap kompetitif sampai akhir musim. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar sepak bola menarik lainnya hanya di ligaitalia.id.
