Inter Milan Juara Paruh Musim Chivu Tetap Fokus ke Scudetto
Inter Milan memastikan status Campione d’Inverno atau juara paruh musim Serie A setelah mengalahkan Lecce 1-0 pada Kamis dini hari (15/1/2026). Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di LIGA ITALIA

Gol tunggal Francesco Pio Esposito menjadi penentu kemenangan yang membawa Nerazzurri memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin dari Napoli. Meski demikian, pelatih Cristian Chivu menegaskan bahwa pencapaian ini bukan tujuan akhir. Ia mengingatkan para pemain bahwa gelar sejati hanya bisa diraih pada bulan Mei.
Chivu menekankan agar skuadnya tidak terlena oleh status penguasa paruh musim yang bersifat sementara. “Kemenangan paruh musim memang menyenangkan, tapi yang penting adalah posisi di akhir kompetisi. Semua poin masih harus diperjuangkan hingga terakhir,” ujar Chivu. Pernyataan ini menunjukkan sikap realistis pelatih asal Rumania tersebut, meski timnya tampil konsisten di setengah musim pertama.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Gelar Paruh Musim Tidak Menentukan Segalanya
Meskipun Inter memimpin klasemen dengan selisih yang cukup nyaman, Chivu menilai gelar paruh musim tidak memiliki nilai signifikan. Bagi sang pelatih, persaingan Scudetto masih panjang dan brutal, dan setiap pertandingan ke depan bisa menjadi penentu.
“Saya pernah memenangkan gelar paruh musim sebelumnya, tapi itu tidak ada artinya tanpa mengamankan Scudetto pada akhir musim,” tegas Chivu. Filosofi ini menekankan pentingnya fokus jangka panjang dan disiplin mental bagi pemain.
Selain itu, Chivu menilai penting untuk tetap menjaga motivasi skuad. Ia mengingatkan bahwa kemenangan sementara tidak boleh membuat tim merasa aman. Konsistensi dan ketahanan fisik serta mental menjadi kunci menuju gelar utama Serie A.
Baca Juga: Emil Audero Fokus Jaga Cremonese Tetap Aman di Serie A
Ikatan Khusus dengan Pio Esposito

Gol kemenangan Inter dilesakkan oleh Francesco Pio Esposito, pemain yang masuk dari bangku cadangan. Momen ini menjadi emosional karena hubungan personal antara Chivu dan Esposito sudah terjalin sejak akademi. Esposito pernah menjadi kapten tim Primavera yang dilatih Chivu.
“Saya ingat ketika dia masih berusia tujuh tahun. Kami tumbuh bersama di akademi, dan saya sangat bangga melihatnya sukses sekarang,” kenang Chivu. Pelatih asal Rumania ini menunjukkan apresiasi besar atas perkembangan pemain muda yang dulu diasuhnya.
Hubungan dekat ini juga tercermin dari selebrasi Chivu yang langsung memeluk Esposito setelah gol tercipta. Sikap tersebut menegaskan bahwa kemenangan bukan hanya soal hasil, tapi juga kebanggaan terhadap perjalanan bersama pemain muda.
Mental Juara dan Keputusan Pelatih
Laga melawan Lecce berlangsung berat, terutama karena Inter sempat kelelahan akibat jadwal padat sebelumnya. Chivu mengakui timnya mengalami kesulitan menembus pertahanan lawan, tetapi mentalitas juara dan sikap pantang menyerah membantu mereka meraih tiga poin.
Chivu juga sempat mendapat kritik karena memberi libur latihan sebelum pertandingan. Namun, ia membela keputusannya, menekankan kepercayaan pada kedewasaan dan profesionalisme pemain. Menurutnya, istirahat strategis justru bisa meningkatkan performa tim.
“Keputusan latihan bukan soal keberuntungan, tapi percaya pada kesiapan pemain. Mereka pantas mendapatkan hasil ini,” ujar Chivu. Filosofi ini menunjukkan bahwa kombinasi strategi, manajemen fisik, dan mentalitas adalah kunci keberhasilan Inter Milan di paruh musim Serie A. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligaitalia.id
