Bastoni Minta Maaf Usai Kontroversi Laga Panas Inter Kontra Juventus
Bek andalan Inter Milan, Alessandro Bastoni, akhirnya angkat bicara terkait insiden kontroversial saat timnya menang 3-2 atas Juventus di ajang Serie A. Dalam pertandingan yang berlangsung sengit itu, Bastoni menjadi sorotan karena terlibat dalam momen kartu merah Pierre Kalulu.
Pada akhir pekan lalu, Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak babak kedua setelah Kalulu menerima kartu kuning kedua dari wasit Federico La Penna. Pelanggaran tersebut terjadi ketika Kalulu menarik Bastoni untuk menghentikan serangan balik Inter menjelang turun minum.
Namun tayangan ulang memperlihatkan bahwa jatuhnya Bastoni terlihat cukup dramatis. Banyak pihak menilai bek timnas Italia itu juga berpotensi mendapat kartu kuning karena dianggap melakukan simulasi. Jika itu terjadi, situasinya bisa berbalik dan justru Inter yang harus bermain dengan 10 pemain.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Selebrasi yang Memicu Perdebatan
Kontroversi tidak berhenti pada keputusan wasit. Bastoni semakin menjadi sorotan setelah ia terlihat melambaikan kartu kuning imajiner ke arah wasit. Gestur tersebut biasanya juga bisa diganjar kartu oleh pengadil lapangan karena dianggap memprovokasi.
Tak hanya itu, Bastoni juga tampak merayakan secara emosional ketika Kalulu benar-benar diusir dari lapangan. Reaksi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial dan kalangan pengamat sepak bola Italia. Banyak yang menilai tindakannya kurang sportif dalam pertandingan sebesar Derby d’Italia.
Di sisi lain, sebagian pendukung Inter beranggapan bahwa kontak yang terjadi memang cukup untuk menghasilkan pelanggaran. Mereka menilai keputusan wasit sudah tepat dan Bastoni hanya bereaksi spontan dalam atmosfer pertandingan yang panas dan penuh tekanan.
Baca Juga: Sandro Tonali Tegaskan Hati Hanya untuk Pulang ke Italia
Pengakuan Terbuka Jelang Laga Liga Champions
Menjelang laga play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt, Bastoni memilih untuk berbicara terbuka kepada media. Dalam wawancaranya dengan Sky Sport Italia, ia mengakui perlu bertanggung jawab atas tindakannya.
Bastoni menyatakan bahwa ia merasakan adanya kontak di lengannya saat insiden terjadi. Menurutnya, tayangan ulang memang memperlihatkan sentuhan tersebut dengan lebih jelas. Namun ia juga tidak menutup mata bahwa reaksinya setelah kejadian itu menimbulkan kontroversi.
Ia menegaskan bahwa sebagai seorang profesional, dirinya harus siap mengakui kesalahan. Bastoni menyadari bahwa sikapnya setelah pelanggaran terjadi tidak seharusnya dilakukan, terutama dalam laga penting yang disaksikan jutaan penonton.
Tanggung Jawab dan Pelajaran Berharga
Bek berusia 26 tahun itu menyampaikan penyesalannya secara terbuka. Ia mengatakan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi memiliki kewajiban untuk mengakuinya. Pernyataan tersebut dianggap sebagai langkah dewasa dari salah satu pilar pertahanan Inter.
Kemenangan Inter sendiri akhirnya ditentukan lewat gol telat dari Piotr Zielinski yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Namun hingga kini, perbincangan publik lebih banyak tertuju pada insiden kartu merah tersebut dibanding hasil akhir pertandingan.
Bagi Bastoni, kejadian ini menjadi pelajaran penting dalam perjalanan kariernya. Ia diharapkan bisa menunjukkan kedewasaan dan fokus penuh saat Inter kembali berlaga di kompetisi Eropa. Kini, sang bek bertekad membuktikan bahwa dirinya belajar dari kontroversi tersebut dan siap memberikan kontribusi positif bagi timnya. Simak terus pembahasan Liga Italia terupdate lainnya hanya di ligaitalia.id.
