Khephren Thuram Percaya Dukungan Ayah Lebih Dekat ke Turin
Akhir pekan ini akan menjadi momen istimewa bagi Khephren Thuram. Gelandang Juventus itu harus menghadapi kakaknya sendiri, Marcus Thuram, dalam laga panas Derby d’Italia melawan Inter Milan. Pertemuan dua raksasa Serie A di San Siro ini sudah pasti menyita perhatian publik.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Pada pertemuan terakhir, Juventus menang dramatis 4-3 lewat gol di masa tambahan waktu. Menariknya, Khephren dan Marcus sama-sama mencetak gol dalam pertandingan tersebut. Hal itu membuat duel kali ini terasa semakin personal dan emosional.
Bagi penonton netral, laga ini menjanjikan intensitas tinggi dan pertarungan taktik yang menarik. Namun bagi Khephren, ada perasaan berbeda karena ia harus berhadapan langsung dengan saudara kandungnya. Meski begitu, profesionalisme tetap menjadi prioritas utama.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tak Ada Kompromi di Atas Lapangan
Khephren mengenang masa kecilnya bersama Marcus. Saat masih sekolah, mereka selalu memilih satu sama lain lebih dulu ketika membentuk tim sepak bola. Kebersamaan itu membentuk ikatan kuat di antara keduanya.
Kini situasinya berbeda. Mereka sama-sama menjadi pemain profesional di klub besar Italia. Khephren mengakui bahwa menghadapi sang kakak adalah pengalaman unik, tetapi tidak ada ruang untuk kompromi saat pertandingan dimulai.
Ia memprediksi laga akan berjalan ketat dan penuh strategi. Kedua tim memiliki kualitas dan kekuatan taktik yang mumpuni. Derby d’Italia selalu sarat gengsi, dan kali ini sentuhan rivalitas keluarga menambah warna tersendiri.
Baca Juga: Cesc Fabregas Janji Fokus pada Talenta Muda di Como
Dukungan Sang Ayah di Tribun

Menjelang pertandingan, Khephren mengungkapkan bahwa ia dan Marcus tetap berkomunikasi seperti biasa. Mereka tidak membahas pertandingan secara khusus, melainkan berbicara tentang hal-hal yang lebih penting dalam kehidupan. Hubungan keluarga tetap terjaga dengan baik.
Seluruh keluarga Thuram akan hadir di tribun untuk menyaksikan pertandingan. Situasi ini tentu menjadi tantangan emosional bagi sang ayah, Lilian Thuram, legenda sepak bola Prancis yang pernah membela Juventus. Ia harus melihat dua putranya saling berhadapan di laga besar.
Meski Lilian diperkirakan akan bersikap netral, Khephren berseloroh bahwa sebagai anak bungsu, ia mungkin mendapat sedikit perhatian lebih. Candaan itu menunjukkan bahwa rivalitas di lapangan tidak mengurangi kehangatan hubungan keluarga mereka.
Peran Spalletti dan Perkembangan Khephren
Di luar cerita keluarga, Juventus datang dengan kepercayaan diri yang meningkat sejak ditangani Luciano Spalletti. Pelatih tersebut membawa pendekatan berbeda dan memberi dorongan besar bagi perkembangan Khephren di lini tengah.
Menurut Khephren, Spalletti meminta dirinya untuk terus bergerak, mengantisipasi permainan, dan bermain dengan kualitas terbaiknya. Sang pelatih juga membantunya memahami kekuatan pribadi serta area yang perlu ditingkatkan. Khephren mengaku menikmati proses tersebut. Ia merasa ditantang sekaligus didukung untuk berkembang.
Dengan tuntutan tinggi dari Spalletti dan motivasi menghadapi sang kakak, Khephren siap tampil maksimal demi membawa Juventus meraih hasil terbaik di Derby d’Italia yang penuh gengsi. Jika Anda ingin mengetahui perkembangan berita Liga Italia menarik lainnya, kalian bisa kunjungi link di sini ligaitalia.id.
