Dele Alli Protes Saat Kartu Merah Didapatnya Melawan Milan
Dele Alli, gelandang Como 1907, terkejut saat dirinya mendapatkan kartu merah, sontak ia langsung protes kepada wasit yang dianggap salah memberikan kartu.
Insiden ini memicu perdebatan sengit dan protes keras dari Alli, serta menjadi mimpi buruk bagi comebacknya setelah absen panjang dari lapangan hijau. Di bawah ini LIGA ITALIA akan membahas tentang, Dele Alli protes saat kartu merah didapatnya melawan Milan.
Kartu Merah Kontroversial
Momen krusial terjadi di menit-menit akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-91. Alli, yang baru masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-81, melakukan tekel terhadap gelandang AC Milan, Ruben Loftus-Cheek. Awalnya, wasit Matteo Marchetti hanya memberikan kartu kuning kepada Alli.
Namun, setelah meninjau ulang VAR (Video Assistant Referee), wasit mengubah keputusannya dan memberikan kartu merah langsung kepada pemain berusia 28 tahun tersebut.
Keputusan inilah yang memicu protes keras dari Alli dan para pemain Como 1907. Mereka merasa bahwa tekel Alli tidak terlalu berbahaya dan tidak layak untuk diganjar kartu merah.
Bahkan, beberapa pemain Milan, termasuk mantan rekan setim Alli di Tottenham Hotspur, Kyle Walker, terlihat memohon kepada wasit untuk memberikan keringanan. Namun, wasit tetap pada keputusannya dan Alli harus meninggalkan lapangan dengan wajah kecewa.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Baca Juga: Thiago Motta di Ujung Tanduk: Apakah Ini Akhirnya di Juventus?
Protes Keras Dele Alli
Dele Alli tak dapat menyembunyikan rasa frustrasinya atas kartu merah yang ia terima dalam laga melawan Milan. Menurut Alli, keputusan wasit terlalu berlebihan dan menghancurkan momen istimewanya untuk kembali ke lapangan setelah absen lebih dari dua tahun. Melalui akun Instagram-nya, Alli mengungkapkan kekecewaannya dengan sedikit menyindir situasi tersebut.
Ia menyatakan bahwa meskipun berharap kembalinya diwarnai dengan sebuah gol, ia tetap merasa senang dapat kembali bermain.
“Saya selalu akan mengumumkan kembalinya saya dengan cara tertentu setelah dua tahun terakhir ini, lebih memilih itu dengan sebuah gol [emoji wajah tertutup], tetapi terasa menyenangkan untuk kembali [emoji hati],” tulis Alli di unggahannya.
Tidak berhenti di situ, Alli juga membagikan tangkapan layar dari percakapan WhatsApp dengan Ruben Loftus-Cheek. Dalam percakapan tersebut, Alli mengaku mencoba menjegal Loftus-Cheek. Namun pemain Milan itu secara bercanda mengatakan ia sengaja jatuh karena merasa kelelahan.
Hal ini semakin mendukung pandangan bahwa tekel yang dilakukan Alli tidak terlalu berbahaya dan mungkin tidak layak diberikan hukuman kartu merah.
Reaksi Cesc Fabregas
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya atas kartu merah yang diterima oleh Dele Alli. Ia merasa keputusan tersebut sangat merugikan timnya, terutama saat mereka sedang berupaya keras untuk menyamakan kedudukan. Situasi menjadi lebih buruk ketika Fabregas sendiri akhirnya diusir dari lapangan akibat protes kerasnya terhadap keputusan wasit.
“Itu adalah kesalahan besar, sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan oleh pemain dengan pengalaman sepertinya,” kata Fabregas dengan tegas.
“Kartu merah itu sangat jelas dan tidak ada yang bisa disalahkan tentang hal itu. Namun, itu membuat kami bermain dengan 10 orang di momen krusial ketika kami sedang berusaha mengejar kedudukan 2-2. Ini adalah aspek paling negatif dari malam ini, tetapi kami harus terus maju,” tambahnya.
Fabregas mengakui bahwa insiden ini menjadi pukulan besar bagi timnya, namun ia tetap menekankan pentingnya bangkit dari situasi sulit dan fokus pada pertandingan berikutnya.
Demikian informasi terbaru seputar, Dele Alli protes saat kartu merah didapatnya melawan Milan, yang telah di berikan oleh LIGA ITALIA.