AS Roma Bermimpi Reuni dengan Mohamed Salah Tapi Realitanya Mustahil
Media Italia La Repubblica melaporkan bahwa AS Roma menaruh minat pada Mohamed Salah jelang bursa transfer Januari 2026. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di LIGA ITALIA.

Winger asal Mesir itu disebut-sebut masuk radar Giallorossi sebagai impian besar untuk memperkuat skuad. Klub ibu kota Italia ini memang tengah berusaha mempersiapkan tim menjelang paruh kedua musim, terutama untuk menjaga peluang mereka tampil di Liga Champions musim depan.
Salah, yang kini membela Liverpool, sempat menjadi bagian penting dalam sejarah Roma pada periode 2015 hingga 2017. Penampilannya yang konsisten kala itu membuatnya dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah berseragam Giallorossi. Kembalinya Salah tentu akan menjadi langkah emosional dan simbolik bagi penggemar Roma.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Meski demikian, laporan menyebut bahwa ketertarikan Roma terhadap Salah lebih bersifat mimpi besar daripada langkah nyata. Klub sedang fokus menyesuaikan strategi transfer dan memperkuat skuad dengan target yang realistis sesuai anggaran dan regulasi Serie A.
Hambatan Finansial dan Gaji Salah
Salah saat ini menerima gaji sekitar 24 juta euro per tahun di Liverpool, angka yang jauh melebihi kemampuan finansial Roma. Hal ini menjadi hambatan utama yang membuat transfer ke ibu kota Italia sulit terealisasi. Klub-klub Serie A, termasuk Roma, menghadapi batasan pengeluaran dan aturan gaji yang ketat sehingga mustahil menampung bayaran sebesar itu.
Selain faktor gaji, biaya transfer yang diperkirakan mencapai puluhan juta euro juga menjadi tantangan. Liverpool kemungkinan hanya akan melepas Salah jika ada tawaran besar dan pengganti yang tepat, sesuatu yang sulit disiapkan Roma di tengah bursa transfer Januari.
Karena kendala ini, banyak pihak menilai langkah Roma sekadar bersifat simbolis. Mereka ingin menunjukkan ambisi dan mimpi besar, meski secara praktis peluang mendatangkan Salah sangat tipis.
Baca Juga: AC Milan Wajib Amankan Tiga Poin dalam Tantangan Besar Pekan ke-16 Serie A!
Kendala Non-Uni Eropa

Selain finansial, status kewarganegaraan Salah juga menjadi hambatan besar. Ia tercatat sebagai pemain non-Uni Eropa, sementara Roma sudah menggunakan kuota terakhir mereka untuk pemain non-Uni Eropa, yakni Leon Bailey. Hal ini membuat pintu untuk mendatangkan Salah secara reguler praktis tertutup.
Regulasi Serie A membatasi jumlah pemain non-Uni Eropa yang bisa direkrut setiap musim, sehingga klub harus cermat dalam memanfaatkan slot yang tersedia. Roma sudah mengalokasikan kuota ini, sehingga tidak ada ruang bagi Salah, apalagi untuk mendatangkan pemain berusia 31 tahun dengan gaji tinggi.
Akibatnya, kendala administratif ini semakin memperkuat pandangan bahwa transfer hanyalah sebatas mimpi indah bagi Giallorossi. Meski keinginan emosional ada, regulasi liga tidak memberi jalan praktis untuk mewujudkannya.
Sekadar Mimpi Indah untuk Fans
Kepulangan Mohamed Salah ke Roma akan terasa sangat romantis bagi para penggemar. Nostalgia masa lalu dan statusnya sebagai legenda membuat ide ini menarik secara emosional. Namun, dari sisi praktis dan finansial, realisasinya hampir mustahil dalam waktu dekat.
Roma tampaknya lebih memilih fokus pada target realistis yang sesuai anggaran dan regulasi Serie A. Mereka bisa memanfaatkan bursa Januari untuk memperkuat skuad dengan pemain muda atau pinjaman strategis daripada mengejar transfer mahal dan kompleks.
Bagi penggemar, berita tentang ketertarikan Roma pada Salah tetap menyenangkan sebagai hiburan dan simbol ambisi klub. Namun, mereka harus menerima kenyataan bahwa transfer ini kemungkinan besar akan tetap berada di ranah mimpi indah ketimbang rencana nyata. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligaitalia.id
