AC Milan Puncaki Serie A Berkat Leao Modric dan Penampilan Perdana Fullkrug
Pertandingan melawan Cagliari di Unipol Domus dimulai dengan tempo yang tinggi dan penuh tekanan. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita bola menarik lainnya di LIGA ITALIA.

AC Milan harus menghadapi agresivitas tuan rumah sekaligus mengatasi sejumlah kesalahan teknis dari para pemainnya sendiri. Banyak peluang yang belum maksimal, dan permainan tim sempat terlihat kurang rapi pada fase awal.
Meskipun begitu, Milan tetap menunjukkan determinasi tinggi. Para pemain utama, termasuk Pulisic dan Nkunku, mencoba memimpin serangan, sementara lini belakang tetap disiplin menghadapi tekanan. Babak pertama berakhir tanpa gol, tetapi memberi gambaran tentang potensi serangan balik yang bisa dimanfaatkan di babak kedua.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Allegri tentu mencatat beberapa kelemahan yang harus diperbaiki, terutama koordinasi antar lini tengah dan penyerang. Namun atmosfer pertandingan menunjukkan semangat juang Rossoneri, dan babak pertama menjadi pemanasan penting sebelum ledakan gol di babak kedua.
Rafael Leao Kembali dan Bawa Gol Kemenangan
Rafael Leao menjadi sorotan utama babak kedua. Setelah absen beberapa minggu karena cedera, Leao kembali tampil sebagai striker utama dengan dukungan Loftus-Cheek di belakangnya. Pada menit penting, ia memanfaatkan peluang pertama dan satu-satunya dalam pertandingan untuk mencetak gol kemenangan.
Leao kemudian digantikan pada menit ke-60 untuk menjaga kebugaran. Statistik menunjukkan bahwa ia menjadi salah satu dari hanya tiga pemain yang mampu mencetak lebih dari lima gol dalam tujuh musim Serie A terakhir sejak debutnya bersama Milan. Kembalinya Leao memberi energi tambahan bagi lini serang Rossoneri dan memperkuat harapan Milan dalam perburuan Scudetto.
Gol Leao juga menegaskan peran pentingnya sebagai pemimpin di lini depan. Dengan kemampuan menembus pertahanan lawan dan mengatur tempo serangan, ia menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini. Dukungan rekan setim dan strategi Allegri berjalan seiring untuk memaksimalkan potensi Leao.
Baca Juga: AS Roma Bermimpi Reuni dengan Mohamed Salah Tapi Realitanya Mustahil
Magis Luka Modric Tak Pernah Padam

Luka Modric, meski berusia 40 tahun, tetap menjadi motor tim di lini tengah. Ia hadir di setiap fase permainan, baik menyerang maupun bertahan, dan tampil konsisten membangun serangan Rossoneri. Kualitas visinya tetap menentukan ritme permainan Milan.
Modric menjadi contoh profesionalisme dan pengalaman. Meski usia tidak lagi muda, kontribusinya sangat vital, terutama dalam membantu pemain muda seperti Pulisic dan Leao memahami pergerakan tim. Setiap operan dan pengambilan keputusan di lapangan menegaskan nilai tambah Modric bagi Milan.
Allegri pun menegaskan pentingnya Modric bagi tim. Tanpa kreativitas dan disiplin pemain asal Kroasia ini, Milan sulit mengontrol tempo pertandingan dan memaksimalkan peluang. Modric tetap menjadi faktor penentu kemenangan.
Debut Niclas Fullkrug dan Konsistensi Rossoneri
Niclas Fullkrug membuat debutnya lebih dari 20 menit di lapangan, menambah dimensi fisik di lini depan. Kehadirannya memberi opsi tambahan untuk serangan Milan, terutama dalam duel udara dan kerja sama dengan pemain kreatif seperti Leao dan Pulisic.
Fullkrug langsung menunjukkan adaptasi cepat. Sundulan dan penguasaan bola menjadi bukti bahwa ia bisa berkontribusi maksimal meski baru bergabung. Allegri menyatakan puas dengan penampilan Fullkrug, menekankan antusiasme dan kesiapan sang striker.
Dengan gol Leao, magis Modric, dan debut positif Fullkrug, Milan mengawali 2026 dengan kemenangan penting. Mereka berhasil menyalip Inter di puncak klasemen sementara, menunjukkan konsistensi dan ambisi kuat untuk meraih Scudetto musim ini. Persaingan masih panjang, tetapi Rossoneri kembali menunjukkan siapa yang berhak diperhitungkan. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di ligaitalia.id
